Sunday, July 29, 2007

Perbedaan yang Indah Itu...

Banyak teman yang mengira, saya dan istri saya adalah dua manusia dengan banyak kesamaan. Mungkin karena kami sama-sama (mantan) aktivis kampus dan kebetulan sering dapat amanah yang mirip dan bahkan sama. Sama-sama sering berkecimpung di dunia politik di kampus. Sama-sama sering turun ke jalan ketika mahasiswa diharuskan turun ke jalan. Dan kesamaan-kesamaan yang lain. Tapi sebenarnya, kesamaan-kesamaan itu adalah kesamaan-kesamaan yang semu. Ketika membaca biodatanya (meskipun sebenarnya saya sudah kenal dia karena sering kerja bareng di kepanitiaan), saya langsung bisa menebak bahwa kami adalah dua pribadi yang sangat berbeda. Bahkan mungkin saling bertolak belakang. Dan dugaan saya itu terbukti setelah akhirnya kami menikah pada tanggal 070707 kemarin setelah melewati proses 2,5 bulan yang cukup melelahkan.

Saya adalah orang yang sering bercanda dengan gaya guyonan saya sendiri. Bercanda dengan siapa saja, dengan bahan apa saja. Tapi guyonan saya akhir-akhir ini sering jadi garing karena gak bisa ditangkap dengan baik oleh istriku tercinta. Jadinya malah kami sering mentertawakan ketidaknyambungan kami kalau bercanda. Capek deh kalo ngejayus di depan istriku. Pasti jadi gak lucu!

Setahu saya, wanita itu suka dengan laki-laki romantis. Tapi sepertinya itu tidak berlaku bagi istriku. Tiap kali saya membombardirnya dengan kata-kata romantis, pasti keluar satu kata yang sudah bisa saya tebak, "Gombal!". Padahal kata-kata itu keluar dari lubuh hatiku yang paling dalam (hayah!). Dan jangan harap dia akan mengucapkan kata-kata cinta kalau kami lagi ngobrol berdua. Malu katanya.

Sering saya merasa sifat saya yang paling buruk (salah satunya) adalah cuek terhadap diri sendiri dan (kadang) lingkungan sekitar. Gak resikan blas kalau kata orang jawa. Kalau bahasa mBetawinya, Jorok! Padalah istri saya -dan juga keluarganya- adalah tipe orang yang rapi dan bersih. Jadinya sering keki dan gak enak sendiri ketika bidadariku membereskan handuk basah yang kulempar di atas tempat tidur, atau merapikan baju-baju kotor yang saya taruh sembarangan. Memang sih, dia selalu melakukannya dengan senyum termanis yang dia punya, tapi tetep aja selalu dibarengi dengan rasa bersalahku yang harus merepotkannya. Masalah makanan pun seperti itu. Dia termasuk cerewet masalah makanan. "Kopi sama tehnya dikurangi dong mas...", katanya ketika tahu saya hobi minum kopi dan hampir tidak lupa minum teh pagi dan sore hari. "Jangan pakai saus itu, gak sehat. Mending gak usah pakai saus aja..." Akhirnya saya sekarang membiasakan diri untuk membawa saus sachet kemana-mana. Katanya, "Paling gak, ini lebih terjamin kesehatannya"

Kalau saya adalah tipe orang yang easy going dan cenderung mengalir apa adanya, doi adalah tipe planer sejati yang mempersiapkan segalanya dengan matang. Bahkan dia sudah punya planing hidup selama 10 tahun ke depan. Akhirnya, saya pun mau gak mau jadi ikutan mikir apa yang harus saya capai beberapa tahun ke depan.

Belum lagi masalah hiburan yang seringkali (meski dia tidak sadar kayaknya) saya dengan senang hati mengalah dengan menemaninya nonton Harry Potter yang baru sekali itu saya tonton, makan di foodcourt di mall padahal saya lebih suka jajan di kaki lima, dan masalah tempat wisata yang sampai harus eyel-eyelan beberapa hari untuk mencapai kesepakatan.

Memang, dua manusia tidak akan mungkin bisa sama dan cocok segalanya. Kami berdua dilahirkan dan dibesarkan di dua keluarga berbeda, dengan kultur yang berbeda, dengan keadaan yang berbeda, dengan cara didik yang berbeda. Sekolah kami pun tidak pernah sama. Tidak mungkin kami mengharapkan akan mempunyai sifat dan kebiasaan yang sama. Kata Baim Lebon, ibarat rel, mereka tidak akan pernah menyatu, tapi tujuan mereka adalah sama, stasiun! Ya, bagaimanapun juga kami adalah dua orang yang berbeda dengan sifat dan kebiasaan yang berbeda. Tidak mungkin kami merubah diri kami menjadi dua orang dengan satu sifat yang sama. Tapi apapun itu, tujuan kami adalah sama, stasiun yang bernama Ridlo Alloh...

Dan sayapun telah membuktikan, bahwa perbedaan-perbedaan kami itulah yang semakin mengeratkan cinta kami. Maha Suci Alloh yang telah menciptakan manusia berpasang-pasangan dengan segala keunikannya...

Sayang... ana uhibbuki fillah
Luv u so much coz Alloh...

0 Comments:

 




© 2007 Hanya Goresan: Perbedaan yang Indah Itu... | Design by Kolom Tutorial | Template by : Template Unik