“Akhi, jangan permaklumkan diri sendiri. Secapek apapun, tetap paksakan diri untuk jaga ruhiyah. Semakin kita mempermaklumkan diri sendiri, semakin susah buat bangkit lagi. Gimana mau transfer energi, kalau energi antum sendiri kosong? Kasihan orang-orang di sekitar antum...”
Kata-kata itu mampir di layar HP Nokia butut saya setelah ”curhat” dengan seseorang kalau ruhiyah saya terasa kering beberapa pekan ini. Penurunan ruhiyah yang ditandai dengan penurunan semangat untuk melaksanakan amalan harian yang telah menjadi standar. Curhatan saya ternyata dibalas dengan kata-kata yang begitu nampol bagi saya. Hiks, hiks, hiks.. bunyi hujan... (lho kok malah nyanyi...)
Ya, kadang kita mencari seribu satu alasan untuk kekurangan-kekurangan yang hinggap pada diri kita. Sering juga kita melakukan pembelaan-pembelaan dan permakluman ketika kita melakukan kesalahan. ”Ah, manusia kan tidak ada yang sempurna. Wajar kalau berbuat sedikit kesalahan.” Padahal, sebenarnya tidak ada kesalahan yang kecil bagi seorang muslim. Seperti kata Imam Syafi’i, ”Jangan liat kecilnya dosa yang kita lakukan. Tapi lihat, betapa Agung dan Besarnya Dzat yang kita lawan!”
Allohu Akbar! Betapa beraninya kita apabila melakukan maksiyat di depanNya! Yup, kita tidak akan pernah bisa membelakangi Alloh. Tidak akan mungkin bisa bersembunyi dari pengamatanNya. Astaghfirullahal’adziim...
Lho, kok jadi ke sini ngomongnya?
Kembali ke masalah ruhiyah saya yang jeblok (eh, bukan jeblok, kering malahan) beberapa pekan ini. Seringkali permakluman-permakluman itu muncul. Berbagai alasan muncul mensugesti agar tidak segera bangkit. Alasan lingkungan, capek kerja, kebanyakan lembur, membuat saya berpikir, ”Wajar lah kalau kualitas ibadah saya turun. Masih mending gak ancur-ancur amat.” Walah!
Ya, tapi bagaimanapun juga permakluman-permakluman itu sama sekali tidak bisa dibenarkan. Betapa berat dan padat aktivitas Rosul dan sahabat, tapi tetap mereka menjadikan kekuatan ruhiyah sebagai bekal utama untuk perjuangan mereka.
”Jadilah engkau seperti rahib-rahib di malam hari, dan jadilah engkau bagaikan singa di siang hari”
Yup, doakan saya agar bisa segera bangkit ya? Hare gene masih futur...?


2 Comments:
Amiin.. amiin..
(ehm.. saya nggak lagi manggil orang lho.. )
Alhamdulillah, postingnya gak 'nyerempet-nyerempet' lagi..
Semmangka!
Sepakat mas..
Post a Comment