Tuesday, May 8, 2007

Dirottul Muqoffa

Mata saya gerimis ketika kemarin membaca berita tentang Durottul Muqoffa. Anda tau siapa dia? Dia adalah bocah berumur 8 tahun yang kemarin menjadi kafilah terkecil yang mewakili Jawa Tengah di cabang tartil golongan anak-anak puteri di MTQ Nasional XXI Kendari, Sulawesi Tenggara. Satu hal yang membuat saya tak henti-hentinya memuji kebesaran Alloh, dia adalah seorang hafidzoh Saudara-saudara. Bahkan dia sudah mampu menghafal 30 juz al qur’an ketika usianya baru 6 tahun. Subhanalloh…

Wajah saya serasa ditampar hebat dengan berita ini. Anak 6 tahun yang umumnya masih doyan bermain dan menangis, sudah mampu menghafal ayat-ayat yang jumlahnya enam ribu lebih! Sedangkan saya? Masih berkutat dengan juz 30 yang serasa begitu sulit untuk direkam dalam memori otak saya. Hiks…!

Ada banyak pelajaran yang saya ambil dari Dik Ova (nama panggilan Durottul Muqoffa) ini. Dengan kuasa Alloh, telah dibuktikan bahwa Al Qur’an akan tetap terjaga sampai akhir zaman kelak. Tidak ada satu kitab sucipun yang memungkinkan untuk dihafal huruf demi huruf kecuali Al Qur’an. Bahkan oleh anak kecil sekalipun! Ingat, Imam Syafi’I menjadi Hafidz ketika beliau berumur 10 tahun. Dan rata-rata ulama terkenal kita sudah mampu menghafal Al Qur’an dalam usia sangat dini.

Yang ke dua, keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Keluarga juga merupakan ladang da’wah pertama dan utama bagi pasangan suami istri. Kedua orang tua Ova adalah juga hafidz dan hafidzoh. Kondisi ini memungkinkan Ova untuk berkembang lebih cepat dari anak sebayanya. Betapa kualitas hidup orang tua sedikit banyak akan berpengaruh pada kualitas anak mereka. Dan keberhasilan Ova menjadi salah satu bukti bahwa orang tua mereka menjadikan keluarganya sebagai ladang da’wah, selain amal da’wah mereka di masyarakat tentunya.

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam” ( Al Furqaan:1)

Ah, saya jadi ingat dengan salah satu binaan semasa di kampus, yang bercerita bahwa ibunya adalah hafidzoh 20 juz. Dan semasa kecil senandung yang keluar dari mulut ibunya ketika menemani bermain, bukan senandung nyanyian nina bobo sebagaimana anak-anak lainnya. Tapi senandung itu adalah lantunan Surat Al Baqoroh. Makanya, ketika ia SD, ia sudah hafal Surat Al Baqoroh yang berjumlah 286 ayat tersebut.

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” ( Al Hijr:9)

Dan dik Dirottul Muqoffa, semoga Alloh menjagamu dan menjadikanmu Mujahidah yang istiqomah dalam menda’wahkan dan mengajarkan Al Qur’an.

“Sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”

1 Comment:

Tigger said...

subhanallah..
ngiri, semoga bisa jadi motivasi ya..
semangka!

 




© 2007 Hanya Goresan: Dirottul Muqoffa | Design by Kolom Tutorial | Template by : Template Unik