Saturday, February 23, 2008

Belajar Menjadi (Lebih) Dewasa

Kedewasaan memang kadang tidak berbanding lurus dengan usia seseorang. Tidak ada jaminan orang yang lebih tua maka dia akan lebih dewasa dalam menyikapi sesuatu. Seperti kata iklan, ”Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan”. Menjadi tua itu niscaya (tapi tentu kalau kita diberi umur panjang), tapi berpikir dewasa itu kadang menjadi pilihan dan sangat tergantung pada kemauan kita untuk belajar. Dan saya sedang dalam proses belajar untuk menjadi dewasa itu.

Kagum rasanya melihat orang-orang yang jauh lebih matang daripada usia biologisnya. Saya pernah ketemu Salim A Fillah, penulis buku dari Jogja itu. Usianya hanya terpaut 1 tahun lebih tua dari saya, tapi subhanalloh, cara berpikir beliau, dan karya-karya beliau nggak cukup kalau hanya diberi dua acungan jempol. Karena memang Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk lekas dewasa.

Saya baru belajar menjadi dewasa, dan dengan menulis saya mencoba untuk belajar. Karena menulis menghajatkan saya untuk selalu membaca, membaca apa saja yang ada di sekityar saya. Dan dengan ngeblog, semoga hasrat saya untuk belajar menulis semakin bulat.

Selengkapnya......

Saturday, February 2, 2008

Surat Terbuka untuk Istriku

Teruntuk
Adinda tersayang, kekasih dalam berjuang
Istriku yang selalu lekat dalam bayang

Sungguh tiada kata dan rasa yang lebih pantas untuk diungkapkan selain syukur tiada terkira kepada Alloh Robb Semesta atas pertemuan kita, ikatan kita, dan segala rasa yang senantiasa mengiringi langkah kita. Alangkah besar harapan semoga getaran cinta kita akan terus terjaga dan bermuara pada cinta kepadaNya. Salam dan sholawat untuk Baginda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, kekasih Alloh yang telah mengajari kita bagaimana memuliakan istri, bagaimana menghormati suami, dan bagaimana menjaga keluarga agar menjadi institusi solid yang saling menguatkan untuk selalu beribadah kepada Alloh.

Adinda tercinta,
Hari ini konon genap 23 tahun usiamu menurut kalender masehi yang kita gunakan. Tentu surat ini tidak ada maksud mengajakmu merayakan hari yang disebut orang sebagai “ulang tahun” itu. Gak level lah kita ikut-ikutan latah mengikuti budaya yang tidak jelas darimana sumbernya. Tapi boleh kiranya sedikit mengajak kontemplasi, memperbarui getaran cinta kita sekaligus mengungkapkan segala rasa yang selama ini membuncah. Rasa terimakasih dan rasa syukur yang teramat besar yang selalu memenuhi ruang jiwa ini.

Adinda tersayang,
Sebenarnya surat ini tidaklah cukup untuk mengungkapkan segala terimakasih dan kekagumanku yang semakin menjadi akan dirimu. Tujuh bulan terasa begitu cepat ketika kulalui bersamamu, tapi juga cukup lama untuk merekam banyaknya kenangan yang tercatat jelas setiap detilnya di otakku. Kenangan yang selalu terasa manis semanis senyum yang selalu tersaji dari wajahmu.

Adinda terkasih,
Seringkali hatiku menangis ketika merasa belum memberikan kehidupan yang baik untuk dirimu. Mungkin dulu tidak pernah terbayang di otakmu akan kehabisan uang di akhir bulan, atau tidur di kamar yang panas dan sempit dengan kasur pinjaman yang tidak kalah sempitnya. Juga berjalan jauh demi menghemat ongkos sampai-sampai kau hampir pingsan karena kelelahan. Atau ketika harus adu argumen dengan petugas bandara karena kamu tidak punya uang cukup untuk membayar over bagasi ketika menyusulku ke sini. Tapi itulah hidup. Tidak selamanya mulus dan gampang, karena kita butuh ujian untuk membuat kita lebih matang dan dewasa. Dan aku selalu bersyukur mempunyai pendamping yang setegar dan setabah dirimu. Kamu selalu bilang, masih banyak orang-orang yang jauh di bawah kita. Tak perlu mengeluh, karena memang tidak pantas untuk mengeluh.

Adindaku,
Kalau ada orang yang begitu istimewa buatku, itulah dirimu. Begitu istimewanya sehingga rindu ini selalu terasa meskipun hampir setiap saat kita bersama. Dan setiap saat itu pula energi luar biasa selalu aku rasakan dari dirimu. Energi untuk selalu melakukan kebajikan dan meninggalkan segala yang tidak pantas dilakukan. Syukur Alhamdulillah atas pertemuan kita di jalan dakwah ini.

Semoga Allah menghimpun hati kita dalam cinta-Nya, yang berjumpa karena taat kepada-Nya, melebur satu dalam dakwah ke jalanNya, dan saling berjanji untuk menolong syariat-Nya. Ini uhibbuki fillah…


Ternate waktu dhuha, 1 Februari 2008


Selengkapnya......
 




© 2007 Hanya Goresan | Design by Kolom Tutorial | Template by : Template Unik